GEO dan Masa Depan Konten Digital

end browsing

GEO dan Masa Depan Konten Digital

/

Brand & Trust

GEO (Generative Engine Optimization) adalah metode pembuatan konten yang ramah bagi model bahasa besar (large language model) AI seperti Gemini, ChatGPT dan lainnya. Kenapa harus ramah AI? Karena saat ini hampir semua ekosistem internet seperti mesin pencari menggunakan model AI sehingga setiap konten yang tidak mengikuti ketentuan ini akan kehilangan potensi terindeks.

Menurut Krishna Madhavan, Principal Product Manager dari Microsoft Bing mengatakan pentingnya membuat konten yang mudah dibaca mesin.

“Pikirkan lebih dari sekedar kata kunci dalam artikel, apa yang diinginkan pengguna, struktur tanya jawab dan isyarat yang  dibaca mesin akan membuat konten Anda mudah diurai,” terang Krishna. 

Dengan menyediakan konten yang ramah dan sesuai kaidah GEO maka website dan situs tersebut akan mendapatkan prioritas ditampilkan di halaman teratas. Lalu apakah jika tidak memenuhi kaidah-kaidah GEO maka konten dari website akan diabaikan?

Jawabannya, belum tentu. Konten Anda masih berpotensi terindeks dalam hasil pencarian namun tentu saja tidak mendapat prioritas daripada konten-konten yang ramah GEO. Nah, agar tidak bingung ayo kita bahas apa saja kaidah dalam GEO dan pengaruhnya bagi masa depan konten digital.

Kaidah GEO Dalam Artikel

Ada sejumlah aturan yang harus diikuti agar konten tulisan Anda mudah terindeks oleh mesin pencari yang telah mengadopsi kecerdasan buatan. Ini aturannya:

1. Perhatikan Cite-ability (Gunakan Kutipan)

Generatif AI lebih menyukai berita atau konten yang mempunyai struktur data atau sumber pernyataan yang jelas. Misalnya dengan menyertakan kutipan langsung dari narasumber/ahli di dalam artikel. Bisa juga menggunakan data valid seperti hasil penelitian, mencantumkan angka atau prosentase. Hal-hal ini lebih mudah diringkas oleh mesin AI. 

2. Pakai Prinsip E-E-A-T 

Akronim di atas adalah kepanjangan dari Experience, Expertise, Authoritativeness, dan Trustworthiness dalam artikel. Artinya, AI mulai mempelajari antara teori umum dan pengalaman manusia saat menuliskan konten.

Anda dapat menggunakan profil penulis yang jelas, terhubung dengan profil pada sosial media seperti LinkedIn atau Facebook dan X. Ini untuk menunjukkan pada AI bahwa kredibilitas penulis dapat dipertanggung jawabkan. 

3. Konten "Direct-to-Answer"

Agar lebih efisien, selalu gunakan jawaban dan kesimpulan di awal paragraf lalu kemudian dijelaskan detailnya pada paragraf berikutnya. Anda juga bisa gunakan format tabel atau list yang terstruktur. Daftar dan poin mempermudah AI meringkas informasi secara cepat.

4. Pakailah Bahasa yang Alamiah (Natural Language)

Caranya dengan membuat sub judul (H2/H3) dalam bentuk pertanyaan. Sebagai contoh, daripada memakai sub judul “Bengkel Toyota” maka lebih efisien ditulis dengan “Dimana Lokasi Bengkel Toyota Sekitar Jakarta Selatan?”

5. Pengayaan Konteks (Semantic Richness)

Fokuslah kepada kata-kata yang mendukung kata kunci utama. Misalnya kata-kata yang berhubungan erat dengan topik umum yang mengandung kata kunci utama. 

Jangan hanya fokus pada satu kata kunci utama. Gunakan kata-kata yang secara semantik berhubungan erat dengan topik tersebut. Sebagai contoh, jika Anda menulis tentang Mobil Hybrid pastikan juga membahas tentang Perawatan Baterai Hybrid, Mobil Listrik, Insentif Pajak, Bebas Ganjil Genap, Motor Listrik, Pajak Mobil Hybrid dll. Semakin lengkap maka AI akan menganggap artikel Anda sebagai konten utama (primary content). 

Demikian secara umum kaidah GEO yang akan mempengaruhi masa depan konten digital. Harus diakui saat ini dengan semakin lihainya AI dalam meringkas konten pencarian, maka artikel dan konten dalam sebuah website mau tidak mau harus menerapkan prinsip GEO agar lebih mudah terindeks dan mendapat kredibilitas tinggi.

Tertarik membahas lebih dalam tentang GEO dan penerapannya dalam konten artikel Anda? Kami siap membantu Anda. Hubungi kami segera dan mari bersinergi untuk membuat konten berkualitas yang ramah AI. Kami tunggu!



Related News