/
Technology & AI
SEO alias Search Engine Optimization masih menjadi salah satu jurus ampuh untuk membantu menaikkan peringkat website di mesin pencari. Cara dan metodenya telah mengalami banyak perubahan seiring berjalannya waktu.
Misalnya dengan menempatkan kata kunci dalam jumlah tertentu di seluruh bagian artikel. Kemudian dengan membuat sub judul pertama, kedua dan seterusnya dengan menampilkan kata kunci.
Tapi tahukah kamu kalau sejumlah metode SEO masih terus dilakukan sampai sekarang? Cara tersebut dianggap mitos karena saat ini algoritma mesin pencari terus berubah. Yuk cari tahu apa saja mitos tersebut dalam ulasan di bawah ini.
Panjang Artikel Minimal 2 Ribu Kata
Konsep pengembangan artikel dahulu memang mengutamakan jumlah kata yang digunakan. Artikel dengan jumlah kata yang sedikit sering dianggap tidak dapat membantu website masuk di halaman pertama mesin pencari.
Namun saat ini, hal itu sebenarnya sudah tidak relevan. Memberikan informasi pada user secara ringkas dan akurat tanpa peduli berapa jumlah katanya sudah menjadi jurus yang efisien.
Backlink SEO Banyak Semakin Bagus
Dahulu jumlah backlink adalah segalanya. Artinya, jika di dalam satu artikel mengandung banyak backlink maka makin besar kemungkinannya terindeks oleh mesin pencari. Akhirnya, peringkat website dapat terdongkrak dengan cara ini.
Sekarang, kualitas lebih berperan dari kuantitas. Artinya, satu backlink dari situs dengan peringkat dan otoritas tinggi jauh lebih baik dari seribu backlink dari situs dengan otoritas rendah atau situs spam.
Seperti dikatakan oleh John Mueller, Search Advocate Google, “Link sangat penting bagi kami untuk menemukan konten pada awalnya. Jadi jika tidak ada yang menautkan ke situs Anda sama sekali, maka mesin akan kesulitan mengenali bahwa situs Anda eksis. Namun setelah kami menemukan situs Anda dan mengindeks kontennya serta melihat bahwa itu adalah barang yang bagus maka tautan-tautan itu umumnya tidak terlalu jadi referensi utama lagi.”
SEO Pekerjaan Sekali Jadi
Anggapan setelah mengunggah artikel maka pekerjaan SEO sudah selesai, itu sama sekali tidak benar. Faktanya, algoritma mesin pencari yang terus berubah membuat peringkat dan indeks artikel juga terpengaruh.
Apalagi jika situs pesaing melakukan penambahan artikel dengan tema yang sama. Jika situs tersebut memiliki otoritas lebih tinggi maka ada kemungkinan artikel pada situs kamu terdegradasi dan bergeser ke bawah dari halaman mesin pencari.
Cara paling efisien adalah melakukan pembaruan pada artikel yang telah lama naik. Pembaruan dapat dilakukan dengan menambahkan kata kunci terkini sehingga dapat membantu peringkat situs lebih baik lagi.
Paul Bonea, pendiri Perfect Data bilang begini, “Kunjungi kembali konten lama dan optimalkan atau tulis ulang. Tim konten sering terjebak membuat artikel baru sehingga mengabaikan konten lama yang dianggap cukup powerfull tampil di halaman 2 atau 3. Jika ditulis ulang dengan benar maka peringkatnya bisa melonjak dengan menambahkan informasi baru atau penjelasan yang lebih baik.”
Berapa Jumlah Keyword Ideal?
Dahulu, banyak pegiat SEO yang membuat artikel dengan menambahkan sebanyak mungkin jumlah kata kunci atau keyword. Misalnya menambahkan hingga sebanyak 5-10% dari total kata dalam seluruh artikel. Dan tidak jarang kebiasaan ini masih dijalankan sampai sekarang.
Padahal, saat ini Google telah menggunakan NLP (Natural Language Program) atau secara sederhana dapat diartikan pemahaman bahasa secara alamiah. Lebih efisien jika menggunakan kata-kata kunci yang berkaitan dengan konteks dan bukan hanya pengulangan di dalam artikel.
Nah, sejumlah mitos di atas sebaiknya jangan terlalu sering diterapkan jika ingin peringkat situs memiliki ranking yang bagus di halaman mesin pencari. Utamakanlah kredibilitas konten dan pengalaman pengguna untuk mendapatkan otoritas situs yang lebih baik. Selamat mencoba.
Jika memiliki kebutuhan jasa penulisan artikel SEO yang efisien dan dapat membantu peringkat situs kamu menjadi lebih baik, jangan ragu untuk menghubungi Librum pada kolom Kontak Kami ya!




