Cara Jitu Mendeteksi Penipuan Lewat Video AI

Cara Jitu Mendeteksi Penipuan Lewat Video AI

/

Technology & AI

Video AI (Artificial Intelligence) dengan teknologi deepfake, atau kemampuan AI meniru mimik wajah, ekspresi hingga suara saat ini ibarat pedang bermata dua. Satu sisi dimanfaatkan untuk hal positif namun disalahgunakan juga untuk hal negatif seperti penipuan. 

Penipuan berbasis kecerdasan buatan seperti video AI membawa banyak orang yang menjadi korban. 

Menurut data dari Indonesia Anti-Scam Center (IASC) sepanjang November 2024 sampai November 2025 terdapat laporan 343.402 penipuan berbasis kecerdasan buatan. Dilaporkan juga ada 563.558 rekening yang terkait dengan penipuan dan 106.222 diantaranya telah berhasil diblokir.

Total kerugian yang timbul dari aksi tersebut diperkirakan mencapai Rp7,8 Triliun, berdasarkan laporan dari korban penipuan. Dari jumlah tersebut dana sebanyak Rp386,5 Miliar telah diblokir.   

Mengenali Modus Penipuan Video AI

Umumnya, modus penipuan melalui format video AI adalah dengan mengadakan panggilan telepon berbasis video (video call). Dengan kecerdasan buatan, para penipu memanipulasi korban dengan menelpon sebagai kolega, tokoh atau pihak lain yang dianggap dikenali oleh korban.

Kemudian, setelah korban percaya maka pelaku penipuan meminta sejumlah dana dan ditransfer ke nomor rekening tertentu. Korban karena merasa percaya dengan tokoh dalam video AI tersebut menuruti permintaannya.

Beberapa modus yang umum dipakai dalam penipuan berbasis deepfake atau telepon video itu antara lain:

  1. Menggunakan wajah orang dekat untuk meminta bantuan atau meminjam uang.

  2. Menggunakan wajah tokoh atau selebriti untuk membeli suatu barang.

  3. Menggunakan wajah tokoh atau selebriti dengan menjanjikan bantuan asalkan mentransfer sejumlah uang tertentu.

  4. Meniru wajah pejabat bank, pihak berwajib kemudian meminta sejumlah uang.

Cara Mengatasi Penipuan Bermodus AI

Jika Anda mendapat telepon video yang mencurigakan, jangan panik. Ada langkah jitu yang dapat mendeteksi bahwa hal tersebut penipuan atau bukan.

Pertama, gunakan sandi rahasia

Sebaiknya Anda dan keluarga inti membuat kata sandi rahasia yang hanya diketahui anggota keluarga inti. Mintalah kata sandi tersebut saat menerima panggilan video deepfake. Jika pelaku gagal menyebutkan kata sandi tersebut maka dipastikan panggilan itu adalah penipuan.

Kedua, matikan telepon

Saat mencurigai panggilan telepon video, matikan segera dan hubungi keluarga atau sanak yang wajahnya dipalsukan oleh video. Konfirmasikan pada mereka apakah benar melakukan panggilan telepon kepada Anda.

Ketiga, gelengkan kepala

Mintalah pelaku penelpon video untuk menggelengkan kepala atau menoleh ke arah samping. Video AI biasanya kesulitan memetakan tekstur wajah dari depan ke samping secara sempurna. Jika Anda menemukan kejanggalan pada wajah tersebut, bisa dipastikan itu adalah penipuan deepfake.

Keempat, lambaikan tangan di depan wajah

Terakhir, coba minta pelaku melambaikan tangan di depan wajah. Algoritma deepfake seringkali kesulitan saat ada benda atau obyek lain di depan wajah. Ini bisa membuat komposisi wajah berubah, gambar terlihat bergetar atau pecah.

Harap diingat, di era kecanggihan teknologi ini prinsip verify and trust harus diutamakan. Jika menerima panggilan baik suara ataupun video dengan urgensi mendesak, memaksa dan kemudian memerintahkan Anda untuk melakukan transfer dana, bisa dipastikan itu adalah penipuan.

Selalu waspada dan ingat langkah-langkah penting untuk mendeteksi suatu panggilan palsu atau tidak. Apakah Anda memiliki tips pencegahan penipuan video AI lainnya?



Related News